Semua Desa Di Indonesia Minimal Ada Sinya 4G

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menerapkan kerja sama operasi (KSO) dengan perusahaan operator seluler yang memiliki lisensi di Indonesia.

KSO ini merupakan langkah lanjutan untuk memastikan tersedianya suplai sinyal 4G di 7.904 desa dan kelurahan di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal).

“BAKTI Kemkominfo sedang melalui proses penetapan kerja sama operasi dengan perusahan operator seluler yang memiliki lisensi di Indonesia. Seleksi penyedia layanan seluler untuk BTS 4G di wilayah 3T ini tidak kalah pentingnya dari pembangunan infrastruktur itu sendiri,” jelas Direktur BAKTI Kemkominfo Anang Latif dalam siaran pers yang diterima, Senin (31/5).

Menurut Anang, proses penetapan KSO merupakan bagian dari tugas Kemkominfo memastikan hak masyarakat Indonesia mendapatkan layanan berkualitas, terjangkau dan terjamin kelangsungannya.

Langkah ini sekaligus memastikan tidak ada satu orang yang tertinggal saat proses transformasi digital berjalan di Indonesia. Anang juga memaparkan mekanisme seleksi KSO akan dilakukan secara akuntabel dan transparan, sehingga bisa mendapatkan mitra yang andal dan kompeten.

“Dalam skema KSO ini, BAKTI Kominfo bertanggung jawab melakukan pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur BTS 4G, termasuk di menyediakan lahan. Sementara, mitra operator seluler bertanggung jawab menyediakan layanan 4G kepada pelanggan, termasuk di dalamnya melakukan operasi dan pemeliharaan jaringan 4G secara keseluruhan,” tuturnya menjelaskan.

Adapun penyelenggaraan KSO ini memiliki dasar hukum pelaksanaan, yakni Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 129 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), dan Peraturan Direktur Utama BAKTI Kominfo Nomor 8 Tahun 2020 tentang Kerja Sama Operasional Pemanfaatan Aset BAKTI Kominfo dan Aset Pihak Lain di Lingkungan BLU BAKTI Kominfo.

Lebih lanjut Anang menjelaskan, pembangunan BTS 4G di 7.904 lokasi 3T ini menggenapi upaya pemerintah menutup kesenjangan digital, yang sebagian besar ada di wilayah Indonesia Timur. Anang mengatakan 5.204 dari total keseluruhan titik lokasi berada di Provinsi Papua dan Papua Barat.