Google Merahasiakan Informasi Lokasi

Dalam dokumen gugatan Arizona terhadap Google menunjukkan bahwa para eksekutif dan engineers di perusahaan menyadari bahwa mereka telah mempersulit pengguna smartphone Android untuk merahasiakan informasi lokasi.

Dokumen itu menyebut Google mengumpulkan data lokasi bahkan setelah pengguna Android menonaktifkan berbagi lokasi, dan membuat setelan privasi sulit ditemukan oleh pengguna.

Mengutip The Verge, Senin (31/5), laman Business Insider juga melaporkan bahwa dokumen tersebut menunjukkan Google menekan produsen smartphone untuk menyembunyikan pengaturan privasi, karena pengaturan tersebut populer di kalangan pengguna.

Jaksa Agung Arizona, Mark Brnovich, mengajukan gugatan terhadap Google pada Mei 2020, menuduh raksasa mesin pencarian itu melacak lokasi pengguna Android secara ilegal tanpa persetujuan mereka, meskipun pengguna telah menonaktifkan fitur pelacakan lokasi.

Gugatan itu bahkan mengklaim Google tetap menjalankan pelacakan lokasi di latar belakang untuk beberapa fitur, dan hanya menghentikan praktik tersebut saat pengguna menonaktifkan pelacakan tingkat sistem.

Google Buka Suara


Juru bicara Google José Castañeda mengatakan via email kepada The Verge bahwa Brnovich salah mengartikan layanan perusahaan.

“Kami selalu memasukkan fitur privasi ke dalam produk kami dan memberikan kontrol yang kuat untuk data lokasi. Kami berharap dapat meluruskannya,” ucap Jose.