Dampak Positif Penggunaan Teknologi

Saat keterbatasan mobilitas akibat pandemi Covid-19 sejak tahun lalu, teknologi hadir sebagai jembatan penghubung antarmanusia untuk berkegiatan tanpa mengenal jarak dan waktu. Transformasi mobilitas ini terjadi begitu cepat dan menuntut siapa pun dapat beradaptasi.

Di tengah tantangan itu, selalu dibutuhkan seseorang yang mampu bergerak membawa perubahan dan berkontribusi nyata bagi sekitarnya.

Sosok itu adalah Galih Suci Pratama, seorang penerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2020 kategori khusus pejuang tanpa pamrih di masa pandemi.

Galih hadir sebagai salah satu pembicara dalam Inspiranation with 12th SATU Indonesia Awards 2021 bertema “Dampak Positif Penggunaan Teknologi” yang diadakan oleh Astra secara virtual berkolaborasi dengan Young On Top, kemarin.

Turut hadir juga narasumber Vidi Aldiano, penyanyi sekaligus content creator, dan Onno W. Purbo, pakar teknologi informasi yang juga merupakan juri 12th SATU Indonesia Awards 2021 serta Sarah Sechan sebagai host.

Para narasumber membahas berbagai cara pemanfaatan teknologi sebagai solusi dan menjadi harapan terhadap berbagai tantangan yang muncul pada masa ini, salah satunya melalui penggunaan platform YouTube.

“Mulai tahun lalu, sejak kita harus berkarya dari rumah, saya merasa YouTube channel saya perlu dimaksimalkan lagi. Jadi, saya putuskan untuk membuat my own show yang ada faedahnya. Maka itu, saya bikin program edutainment karena di situ ada edukasi, main game, dan berbagi informasi juga, tapi tetap menghibur at the same time,” ujar Vidi yang sedang fokus mengembangkan program Vidi-O-Game di kanal YouTube.

Sebagai salah satu penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2020 kategori khusus, Galih juga menginisiasi pembuatan kanal YouTube Pembelajaran sekolah dasar di kota Semarang untuk menjawab tantangan yang dihadapi para guru dalam mengajar melalui metode daring.

Dia melihat ada ketidaksiapan sistem pengajaran oleh guru-guru, karena saat itu para guru lebih banyak memberikan soal daripada menyampaikan materi ajar kepada murid. Hal itu dikhawatirkan Galih dapat membuat murid-murid mengalami kesulitan dalam memahami mata pelajaran dan lebih jauh lagi menjadi stres, karena mendapatkan berbagai tugas setiap hari dari para guru.

Platform Video Pembelajaran

Berangkat dari hal tersebut, Galih lantas memutar otak untuk mengatasi persoalan pembelajaran dari rumah yang dialami oleh para guru dan peserta didik. Akhirnya, sebagai salah satu solusi dalam proses mengajar, Galih bersama dengan rekan-rekan seprofesinya memelopori pembuatan satu kanal di YouTube yang memuat berbagai video pembelajaran dengan konsep tematik menarik untuk peserta didik.

“Materi yang disampaikan beragam mulai dari pelajaran matematika, bahasa, agama, olahraga, dan sebagainya yang dibagi berdasarkan kelas, tema, dan subtema pembelajaran masing-masing. Seluruh video pembelajaran ini juga disusun menggunakan pendekatan tematik,” ujar pemuda kelahiran 1991 ini.

Seperti Vidi, Galih berpikir saat ini guru-guru perlu memiliki kanal YouTube sebagai media untuk menyampaikan materi yang atraktif dan interaktif kepada para peserta didik, agar mereka dapat memahami materi pembelajaran jarak jauh dengan lebih baik.

Onno W Purbo juga memberikan apresiasi kepada dua anak muda yang menjadi pembicara kali ini.

“Saya salut dengan mereka yang mau bergerak lebih apalagi untuk masyarakat di masa pandemi ini karena banyak dari kita di masa pandemi ini yang tidak punya semangat itu. Saya harap dengan SATU Indonesia Awards ke-12 bisa melahirkan lebih banyak lagi sosok seperti Vidi dan Galih,” ujar salah satu tokoh internet di Indonesia ini.

Saat ini kanal YouTube Pembelajaran SD Kota Semarang memiliki lebih dari 50.000 subscribers dan 1.000 video pembelajaran, yang diunggah sejak 13 Juli 2020. Galih mengaku uang yang diperoleh dari monetisasi konten digunakan seluruhnya untuk pengembangan kompetensi guru-guru dan santunan bagi murid yang membutuhkan.

Ke depan, Galih dan tim berencana untuk membuat podcast dan webinar untuk guru-guru mata pelajaran. Dia berharap para guru dan murid di manapun dapat terbantu dalam menyerap materi pelajaran saat pandemi melalui kanal yang menjadi anutan bagi sejumlah sekolah di Kinabalu, Malaysia, dan Filipina ini.

Berangkat dari hal tersebut, Galih lantas memutar otak untuk mengatasi persoalan pembelajaran dari rumah yang dialami oleh para guru dan peserta didik. Akhirnya, sebagai salah satu solusi dalam proses mengajar, Galih bersama dengan rekan-rekan seprofesinya memelopori pembuatan satu kanal di YouTube yang memuat berbagai video pembelajaran dengan konsep tematik menarik untuk peserta didik.

“Materi yang disampaikan beragam mulai dari pelajaran matematika, bahasa, agama, olahraga, dan sebagainya yang dibagi berdasarkan kelas, tema, dan subtema pembelajaran masing-masing. Seluruh video pembelajaran ini juga disusun menggunakan pendekatan tematik,” ujar pemuda kelahiran 1991 ini.

Seperti Vidi, Galih berpikir saat ini guru-guru perlu memiliki kanal YouTube sebagai media untuk menyampaikan materi yang atraktif dan interaktif kepada para peserta didik, agar mereka dapat memahami materi pembelajaran jarak jauh dengan lebih baik.

Onno W Purbo juga memberikan apresiasi kepada dua anak muda yang menjadi pembicara kali ini.

“Saya salut dengan mereka yang mau bergerak lebih apalagi untuk masyarakat di masa pandemi ini karena banyak dari kita di masa pandemi ini yang tidak punya semangat itu. Saya harap dengan SATU Indonesia Awards ke-12 bisa melahirkan lebih banyak lagi sosok seperti Vidi dan Galih,” ujar salah satu tokoh internet di Indonesia ini.

Saat ini kanal YouTube Pembelajaran SD Kota Semarang memiliki lebih dari 50.000 subscribers dan 1.000 video pembelajaran, yang diunggah sejak 13 Juli 2020. Galih mengaku uang yang diperoleh dari monetisasi konten digunakan seluruhnya untuk pengembangan kompetensi guru-guru dan santunan bagi murid yang membutuhkan.

Ke depan, Galih dan tim berencana untuk membuat podcast dan webinar untuk guru-guru mata pelajaran. Dia berharap para guru dan murid di manapun dapat terbantu dalam menyerap materi pelajaran saat pandemi melalui kanal yang menjadi anutan bagi sejumlah sekolah di Kinabalu, Malaysia, dan Filipina ini.